Rabu, 18 Juli 2012

Tanda-tanda bahaya kehamilan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda
Kematian janin dalam rahim (IUFD) adalah kematian janin setelah 20 minggu kehamilan tetapi sebelum permulaan persalinan. Ini menyebabkan komplikasi pada sekitar 1 % kehamilan. Penyebab yang berakitan antara lain komplikasi plasenta dan tali pusat, penyakit hipertensi, komplikasi medis, anomali bawaan,infeksi dalam rahim dan lain-lain.
Kematian janin harus dicurigai bila ibu hamil mengeluh tidak terasa gerakan janin, perut terasa mengecil, dan payudara mengecil. Selain itu dari hasil pemeriksaan DJJ tidak terdengar sementara uji kehamilan masih tetap positif karena plasenta dapat terus menghasilkan hCG.
Bahaya yang dapat terjadi pada ibu dengan kematian janin dalam rahim  yaitu janin mati terlalu lama dalam menimbulkan gangguan pada ibu. Bahaya yang terjadi berupa gangguan pembekuan darah, disebabkan oleh zat-zat berasal dari jaringan mati yang masuk ke dalam darah ibu.
Sekitar 80% pasien akan mengalami permulaan persalinan yang spontan dalam 2 sampai 3 minggu kematian janin. Namun apabila wanita gagal bersalin secara spontan akian dilakukan induksi persalinan


B.     Tujuan
1.      Tujuan umum
Mengeetahui bagaimana cara penanganan pada komplikasi ibu dan janin pada masa kehamilan lanjut
2.      Tujuan khusus
-          Mengetahui apa penyebab dari komplikasi ibu dan janin di kehamilan lanjut
-          Mengethaui jenis – jenis komplikasi yang terjadi pada kehamilan lanjut
-          Mengetahui cara menanggulangi komplikasi ibu dan janin pada kehamilan lanjut
C.     Rumusan Masalah
Mengetahui tanda-tanda komplikasi ibu dan janin pada masa kehamilan lanjut.
D.    Manfaat
1. Bagi mahasiswa
Makalah ini diarapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.
2. Bagi petugas kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Deteksi Dini
Deteksi dini resiko kehamilan adalah usaha menemukan seawal mungkin adanya kelainan, komplikasi dan penyulit kehamilan serta menyiapkan ibu untuk persalinan normal.
Deteksi dini dalam pelayanan antenatal adalah mengarah pada penemuan ibu hamil beresiko agar dapat ditangani secara memadai sehingga kesakitan atau kematian dapat dicegah. Untuk pengenalan tanda-tanda kehamilan yang memiliki tanda bahaya dan komplikasi kehamilan banyak poster -poster dan leaflet disebarkan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu hamil yang berkunjung dalam pelayanan antenatal maupun pada kegiatan kunjungan rumah dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Selain itu digunakan juga suatu alat bantu yang lebih memungkinkan dilibatkannya ibu hamil untuk secara aktif mengamati sendiri kehamilannya. Alat bantu tersebut juga bermanfaat bagi petugas kesehatan dalam mengidentifikasi faktor resiko dan komplikasi kehamilan sehingga dapat memberikan informasi dan saran yang tepat. Alat bantu tersebut dikenal dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
B.     Berbagai Macam Tanda Bahaya Kehamilan
1.      Gerakan Janin Tidak Terasa
Ibu mulai merasakan gerakan janinnya selama bulan ke 5 atau ke 6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan janinnya lebih awal. Jika janin tidur gerakannya akan melemah. Janin harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan janin akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Yang termasuk tanda bahaya adalah bila gerakan janin mulai berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Assesmen yang mungkin adalah kematian janin dalam rahim.
a.    Pengertian gerakan janin tiak terasa
Jika janin bergerak kurang dari 3 kali dalam periode 3 jam atau ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.
b.     Deteksi dini
-          Pengumpulan dataJika bayi sebelum nya bergerak dan sekarang bergerak, tanyakan pada ibu kapan terkahir bergerak
-          Pemeriksaan
Raba gerakan janin, dengarkan DJJ, jika pemeriksaan radiologi tersedia konfirmasi kematian janin setelah 5 hari
-         USG
Merupakan sarana diagnostik yang baik untuk memastikan kematian janin.
c.         Gerakan janin berkurang bisa disebabkan oleh :
-          Aktivitas ibu yang berlebihan sehingga gerakan janin tidak terasa
-          Kematian janin
-          Perut tegang akibat kontraksi berlebihan
-          Kepala sudah masuk panggul pada kehamilan atterm.
d.         Komplikasi yang timbul adalah :
-         IUFD
Kematian janin merupakan hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin, kegawatan janin atau akibat infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak diobati
-         Fetal distress
Gawat janin terjadi bila janin tidak menerima oksigen cukup, sehinga mengalami hipoksia. Situasi ini dapat terajdi kronik (dalam jangka waktu lama) atau akut.
-          Nyeri perut yang hebat
e. Penanganan umum
-          Memberikan dukungan emocional kepada ibu
-          Menilai DJJ :
a.   Bila ibu mendaoat sedative tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang
b.   Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang untuk mendengarkan menggunakan stetoskop doppler.
2.      Nyeri Perut Yang Hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelvis, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, solutio placenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya
a.       Pengertian nyeri perut
Nyeri perut merupakan keluhan nyeri pada daerah perut. Nyeri memiliki dampak yang signifikan dalam kualitas hidup wanita, mengakibatkan keletihan, ketegangan atau depresi.  Nyeri perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu mungkin merupakan gejala utama kehamilan ektopik atau abortus.

b.      Deteksi dini
-          Tanyakan pada Ibu tentang karakteristik dari nyeri, kapan terjadi, seberapa hebat, kapan mulai dirasakan.
-          pada Ibu apakah ia mempunyai tanda atau gejala lain seperti muntah, diare dan demam.
-          Pemeriksaan

- Ukur TD, suhu dan nadi.
- Lakukan pemeriksaan eksternal (luar), pemeriksaan internal (dalam), raba kelembutan abdomen atau rebound tenderness (kelembutan yang berulang)
- Periksa protein urine.
c.       Penyebab nyeri perut/panggul
-          Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan abnormal yang terjadi di luar rongga rahim, janin tidak dapat bertahan hidup dan sering tidak berkembang sama sekali. Kehamilan ektopik disebut juga ectopic pregnancy, ectopic gestation, eccecyesis. Kehamilan ektopik merupakan penyebab kematian ibu pada umur kehamilan trimester pertama. Frekuensi kejadian kehamilan ektopik berkisar 1: 14,6 % dari seluruh kehamilan.
-           Apendisitis
Apendisitis atau radang usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu (apendiks). Usus buntu adalah suatu bagian kecil usus yang terletak di daerah ujung usus besar (perut sebelah kanan bawah), dekat tempat peralihan dari usus kecil ke usus besar. Bentuknya seperti cacing (sering juga disebut dengan umbai cacing) dengan rongga sempit di dalamnya. Apendisitis terjadi apabila ada makanan atau feses yang berjalan dari usus halus masuk ke usus besar, tetapi kemudian tersangkut di dalam apendiks dan terjadi peradangan (inflamasi) di sana. Apendisitis akut termasuk kegawatdaruratan dalam bidang kesehatan anak, dan bila terjadi apendisitis akut, maka usus buntu perlu dibuang dengan jalan operasi yang dinamakan apendektomi.
-          Kista  ovarium
Kista berarti kumpulan cairan. Karena sebagian besar tumor terbentuk di ovarium cenderung mengandung cairan, yang biasa dan populer disebut sebagai "kista ovarium".
-           Sistitis
Sistitis merupakan penyakit radang kandung kemih atau saluran kencing, mungkin kita lebih mengenalnya sebagai anyang-anyangan. Sistitis lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada bentuk kelamin antara wanita dan pria
-           Peritonitis
Peritonitis adalah peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada selaput rongga perut (peritoneum). Peradangan ini merupakan komplikasi berbahaya yang sering terjadi akibat penyebaran infeksi dari organ-organ abdomen (misalnya apendisitis, salpingitis, perforasi ulkus gastroduodenal), ruptura saluran cerna, komplikasi pascaoperasi, iritasi kimiawi, atau dari luka tembus abdomen.



d.      Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut hebat antara lain :
-          Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan abnormal yang terjadi di luar rongga rahim, janin tidak dapat bertahan hidup dan sering tidak berkembang sama sekali. Kehamilan ektopik disebut juga ectopic pregnancy, ectopic gestation, eccecyesis. Kehamilan ektopik merupakan penyebab kematian ibu pada umur kehamilan trimester pertama. Frekuensi kejadian kehamilan ektopik berkisar 1: 14,6 % dari seluruh kehamilan.
-          Pre eklamsia
Kondisi ibu yang disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan, dengan tanda -tanda oedeme (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi, dan  terdapat proteinuria pada pemeriksaan urine dari laboratorium (Rochjati, 2003). Kematian karena eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan pada tingkat pre-eklampsia berat
-          Persalinan premature
Persalinan Prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Persalinan prematur bisa merupakan suatu proses normal yang dimulai terlalu dini atau dipicu oleh keadaan tertentu, seperti infeksi rahim atau infeksi cairan ketuban. Sebagian besar kasus persalinan prematur penyebabnya tidak diketahui secara pasti.


Faktor resiko terjadinya persalinan prematur:

- Pernah mengalami persalinan prematur pada kehamilan   terdahulu
- Kehamilan ganda (kembar 2 atau 3)
- Pernah mengalami aborsi
- Memiliki serviks yang abnormal
- Memiliki rahim yang abnormal
- Menjalani pembedahan perut pada saat hamil
- Menderita infeksi berat pada saat hamil
- Pernah mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga
- Berat badan kurang dari 50 kg
- Pernah memakai DES (dietilstilbestrol)
- Merokok sigaret atau makakai kokain
- Tidak memeriksakan kehamilan.
-          Solusio plasenta
Solusio Plasenta Adalah suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari pelekatannya sebelum janin lahir, terjadi pada umur kehamilan diatas 22 minggu atau berat janin 500 gram. Tanda dan gejalanya adalah uterus seperti papan, nyeri abdomen yang hebat dan tidak dapat tertahankan, nyeri punggung, kolik, kontraksi hipertonik, nyeri tekan pada uterus, DJJ dapat normal/ tidak normal, gerakan janin tidak stabil, perdarahan tersembunyi dan syok. Penanganannya adalah atasi syok dan anemia, tindakan operatif (SC atau partus pervaginam).


-          Abortus
Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai.
-          Rupture uteri imminens
Perdarahan dapat terjadi intraabdominal atau melalui vagina kecuali jika kepala janin menutupi rongga panggul. Perdarahan dari ruktura uteri pada ligamentum latum tidak akan menyebabkan perdarahan intraabdominal.
e.       Penangan umum
-          Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi, tensi, respirasi, suhu)
-          Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas, waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengan cepat.
-          Jika ada syok segera terapi dengan baik

C.     Pengetahuan dan persiapan yang dapat dilakukan ibu menurut MNH (Maternal and Neonatal Health Program) :
a.       Memilih tenaga kesehatan dan tempat melahirkan pada waktu periksa hamil.
b.      Mengenali persalinan yang normal dan memahami persiapan menghadapi persalinan.
c.       Mengenali tanda-tanda bahaya dan melaksanakan persiapan menghadapi komplikasi.
d.      Mengetahui sistem transportasi, tahu ke mana harus pergi bila terjadi
keadaan darurat, serta siapa yang akan tinggal untuk menjaga keluarga.
e.       Memiliki tabungan pribadi dan dapat mengaksesnya bila diperlukan.

D.   Upaya yang dapat dilakukan ibu dalam deteksi dini terhadap komplikasi
kehamilan :
a.      Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
b.      Dengan mendapat imunisasi TT 2x.
c.      Bila ditemukan kelainan-kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
d.      Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi gizi seimbang
E.     Hal-hal yang dapat dilakukan seorang ibu untuk menghindari terjadinya
komplikasi kehamilan:
a.    Dengan mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini.
b.   Segera Posyandu, Puskesmas, atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan
tanda-tanda bahaya kehamilan tersebut
F.   Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya deteksi dini seseorang terhadap komplikasi kehamilan:
a.    Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan merupakan faktor yang mendukung perilaku ibu dalam
upaya deteksi dini komplikasi kehamilan. Ibu dengan tingkat pendidikan tinggi lebih mudah memperoleh informasi tentang kesehatan.

b. Informasi
Menurut Snehandu B.Kar (Notoatmodjo, 2003) informasi tentang kesehatan
mempengaruhi seseorang dalam hal upaya deteksi dini komplikasi kehamilan. Upaya deteksi dini seseorang yang rendah disebabkan karena
tidak atau kurangnya memperoleh informasi yang kuat.
c.  Budaya
Menurut WHO (Notoatmodjo, 2003) upaya deteksi dini seseorang juga dipengaruhi oleh faktor budaya. Kebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang lama sebagai akibat dari kehidupan suatu masyarakat bersama.
d.  Sosial Ekonomi
e.  Menurut WHO (Notoatmodjo, 200 3) faktor ekonomi juga berpengaruh terhadap seseorang dalam upaya deteksi dini komplikasi kehamilan. Status ekonomi keluarga juga berperan bagi seseorang dalam mengambil keputusan bertindak termasuk tindakan yang berhubungan dengan kesehatan.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Tanda-tanda komplikasi kehamilan dini atau kemailan muda itu menjadi suatu acuan bagi ibu untuk selalu waspada dan siaga dan selalu memlihara janin yang ada di dalam kandungannya. Di mana di pembahasan ini telah diuraikan diatas masalah tanda-tanda komplikasi ibu dan janin masa kehamilan muda.
B.     Saran
1.      Bagi mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Bagi petugas kesehatan
Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education untuk mencegah infeksi.









DAFTAR PUSTAKA










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar