Rabu, 18 Juli 2012

KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I II DAN III


KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL
TRIMESTER I II DAN III

images.jpeg


Disusun Oleh :
SISKA MAHARANI
(11300093)



FAKULTAS KEDOKTERAN PRODI D.III KEBIDANAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
2011/2012
KATA PENGANTAR

          Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Yang  telah melimpahkan rahmat, berkah, karunia dan hidayah-nya kepada penulis sehingga dengan izin-nya penulis dapat menyelesaikan makalah ASUHAN KEBIDANAN yang berjudul KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I II DAN III.

            Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah. Mengingat makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka penulis selalu membuka diri untuk menerima berbagai masukan dan kritikan sehingga kelak makalah ini menjadi bermanfaat.













DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.................................................................................................          i
DAFTAR ISI................................................................................................................          ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang........................................................................................................          1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................          1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I..............................................          2
2.2. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester II............................................          3
            2.3. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester III...........................................          3
BAB III
MENGURANGI DAMPAK PSIKOLOGIS
3.1.  Support Keluarga .................................................................................................          5
3.2. Support Tenaga kesehatan.....................................................................................          8
3.3. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan...............................................................          8
3.4. Persiapan mEnjadi orang tua.................................................................................          9

BAB IV
KESIMPULAN
4.1. Trimester I..............................................................................................................          10
4.2 Trimester II.............................................................................................................          10
4.3 Trimester III............................................................................................................          11
DAFTAR PUSTAKA















BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Status kesehatan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap masa depankesejahteraan janin dan merupakan suatu cerminan dari keadaan janin yangaktual. Status kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak semuaibu mengetahuinya. Bukan hanya faktor fisik ibu yang dapat dinilai denganstatus kesehatan, melainkan juga sehat dalam arti ibu tidak merasa terpaksamempersiapkan segala sesuatu untuk kehamilannya (faktor sosial budaya danekonomi). Dengan begitu sangat perlu bagi para tenaga kesehatan untuk memahami seluruh kebutuhan ibu dalam masa antenatal, intranatal danpostnatal yang akan sangat menunjang proses persalinan nanti.

1.2. Rumusan Masalah
 Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalahsebagai berikut:
1. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I
2. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester II
3. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester III

1.3 Tujuan
 Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.Mengetahui faktor-faktor fisik apa saja yang memengaruhikehamilan
2.Mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor fisik dalammenjaga kehamilan
   Mengetahui apa saja yang memengaruhi status kesehatan ibu hamil
4.Mengetahui pengaruh faktor fisik terhadap kesehatan ibu hamil



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I
Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah, lemah, mual, sering buang air kecil, membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis, mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri, seringkali ibu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. ibu sering merasa ambivalen, bingung, sekitar 80% ibu melewati kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit, kematian bayi, kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan, keluarga meupun bidan.
Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan.
Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal ini sangat mengganggu. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan, bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin.
2.2. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester II
Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Dengan adanya gerakan janin, rahim yang semakin membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik, dan dengan adanya gerakan janinia menyadari identitasnya sebagai ibu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru, ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.
Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I, hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang, ukuran perut tidak begitu besar.
2.3. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester III
Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokur pada bayinya, gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya. Persiapan aktif dilakukan untuk menyambut kelahiran bayinya, membuat baju, menata kamar bayi, membayangkan mengasuh/merawat bayi, menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya.
Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan kehidupan dirinya, bayinya, kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri persalinan, dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil, disinilah ibu memerlukan keterangan, dukungan dari suami, bidan dan keluarganya.
Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja, kehilangan kontak dengan teman, kolega (Oakley, dalam Sweet,1999). Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan, perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis, kurang atraktif, takut kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil, mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.








BAB III
MENGURANGI DAMPAK PSIKOLOGIS
3.1. Support Keluarga
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat.
1. Suami
F Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Suami sebagai seorang yang paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.
F Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya.
Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya.
F Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri, misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan, menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan, ada tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya.
M Menurut penelitian di Indonesia
Dukungan suami yang diharapkan istri:
1. Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri
2. Suami senang mendapat keturunan
3. Suami menunjukkan kebahagian pada kehamilan ini
4. Suami memperhatikan kesehatan istri yakni menanyakan keadaan istri/janin yang dikandung
5. Suami tidak menyakiti istri
6. Suami menghibur/ menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi istri
7. Suami menasihati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja
8. Suami membantu tugas istri
9. Suami berdoa untuk kesehatan istrinya dan keselamatannya
10. Suami menungu ketika istri melahirkan
11. Suami menunggu ketika istri di operasi

2. Keluarga
F Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.
F Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk :
- Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini
- Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini
- Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi
- Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan
3. Lingkungan
Dukungan Lingkungan Dapat Berupa :
- Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu pengajian/ perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan
- Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan melahirkan
- Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa
- Menunggui ibu ketika melahirkan
- Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil



3.2. Support Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan dapat memberikan peranannnya melalui dukungan :
F Aktif : melalui kelas antenatal
F Pasif : dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil yang mengalami masalah untuk berkonsultasi.
Tenaga kesehatan harus mampu mengenali tentang keadaan yang ada disekitar ibu hamil atau pasca bersalin, yaitu:bapak, kakak, dan pengunjung.
3.3. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik.





  3.4.Persiapan mEnjadi orang tua
            a.tujuan umum
·         Agar dapat mengetahui tentang asuhan kebidanan 1 (kehamilan)
b.Tujuan khusus
ü  memahami tentang kehamilan
ü  mengetahui tentang trimester pertama sampai ketiga
ü  mengetahui fase-fase penyesuaian maternal.














BAB IV
KESIMPULAN

4.1 . TRIMESTER I
IBU :
·         Terbuka atau diam-diam
·         Perasaan ambivalent terhadap kehamilannya
·         Berkembang perasaan khusus, mulai tertarik karena akan menjadi ibu
·         Antipati karena ada perasaan tidak nyaman terutama pada ibu yang tidak menginginkan kehamilan
·         Perasaan gembira
·         Ada perasaan cemas karena akan punya tanggung jawab sebagai ibu
·         Menerima atau menolak perubahan fisik
4.2. TRIMESTER II
IBU :
·         Mengalami perubahan fisik yang lebih nyata
·         Ibu merasakan adanya pergerakan janin karenanya ia menerima dan menganggap sebagai bagian dari dirinya
·         Dorongan seksual dapat meningkat atau menurun
·         Mencari perhatian suami
·         Berkonsentrasi pada kebutuhan diri dan bayinya
·         Perasaan lebih berkembang sehingga ibu mulai mempersiapkan perlengkapan bayinya
·         Perasaan cenderung lebih stabil

4.3. TRIMESTER III
IBU :
·         Kecemasan dan ketegangan semakin meningkat oleh karena perubahan postur tubuh atau terjadi gangguan body image
·         Merasa tidak feminim menyebabkan perasaan takut perhatian suami berpaling atau tidak menyenangi kondisinya
·         6-8 minggu menjelang persalinan perasaan takut semakin meningkat, merasa cemas terhadap kondisi bayi dan dirinya
·         Adanya perasaan tidak nyaman
·         Sukar tidur oleh karena kondisi fisik atau frustasi terhadap persalinan
·         Menyibukan diri dalm persiapan menghadapi persalinan










DAFTAR PUSTAKA

Pusdikanakes – WHO – JHPIEGO, Asuhan Antenatal, Jakarta, 2003
Bobak, Lowdernik, jensen, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC, 2004
Varney H, Varney’s Midwifery, London : Jones & Bartlett Publishers,1997

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar