Rabu, 18 Juli 2012

Kehamilan kunjungan Awal


Asuhan Kehamilan kunjungan Awal
Kunjungan awal kehamilan adalah kunjungan yang dilakukan oleh ibu hamil ke tempat bidan pada trimester pertama yaitu pada minggu pertama kehamilan hingga sebelum minggu ke-14.

    Kehamilan bukan suatu penyakit, melainkan sebuah proses fisiologisyang membutuhkan kenaikan proses metabolisme dan nutrisi untukpertumbuhan janin.
Tujuan dari peninjauan data kunjungan pertama adalah agar bidan dapatmenemukan masalah, persoalan dan aspek khusus yang berhubungandengan ibu hamil tersebut.

1.  Evaluasi data dasar 
2.  Evaluasi efektivitas manajemen terdahuluMayoritas wanita mendapatkan
pemeriksaan pra-kelahiran mereka yangpertama pada usia kehamilan sekitar 8 hingga 12 minggu. Semakin awalmelakukan pemeriksaan, akan semakin baik. Ibu hamil harus meluangkanbanyak waktu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan, bahkan bilamungkin akan ditawari untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG)oleh dokter.Kunjungan pertama harus seawal mungkin meliputi:

1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan Laboratorium
4. Pemeriksaan tambahan lain untuk memperoleh data (parameter) dasar.
5. Tidak kalah pentingnya adalah memberi support psikis agar seorang 
ibuhamil memiliki emosi yang stabil





1



                       
   Tujuan Kunjungan
 Tujuan dari kunjungan awal ini yaitu sebagai berikut
1.      Mendapatkan perawatan kehamilan
2.      Memperoleh rujukan konseling genetik
3.      Menentukan apakah kehamilan akan dilanjutkan atau tidak.
4.      Menentukan diagnosis ada/tidaknya kehamilan
5.      Menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan
6.      Menentukan status kesehatan ibu dan janin
7.      Menentukan kehamilan normal atau abnormal, serta ada/tidaknya factor
risiko kehamilan
8.      Menentukan rencana pemeriksaan/penatalaksanaan selanjutnya

pengkajian data kesehatan ibu hamil
Pada awal pertemuan, penting bagi bidan untuk menjalin hubunganterapeutik sehingga tercipta komunikasi efektif dan saling percaya pada kedua pihak  yang di perlukan dalam asuhan kebidanan selanjutanya .
Tujuan pengkajian awal :
v  Mengkaji tingkat kesehatan dengan melakukan pengkajian riwayat lengkap dan melakukan uji skrining yang tepat
v  Menetapkan catatan dasar tantang tekanan darah, urinalisasi , nilai darah , pertumbuhan dan perkembangan janin yang di gunakan sebagai standar untuk pemdingan sesuai kemajuan kehamilan
2



v  Mengedentifikasi factor resiko dengan mendapatkan riwayat detail kebidanan masa lalu dan sekarangn .
v  Memberi kesempatan pada ibu dan keluarganya mengekspresikan dan dan mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan saat ini dan kehilangan kehamilan yang lalu, persalinan dan kehamilan
v  Memberi anjuran kesehatan masyarakat dan dalm upaya mempertahankan kesehatan ibu dan perkembangan kesehatan janinnya
v  Membangun hubungan saling percaya karena ibu dan bidan adalah mitra dalam asuhan

1.     Riwayat kesehatan :
Ø Sosial
Bidan juga perlu mengkaji respons keluarga terhadap kehamilan . Anak tambahan ini mungkin berarti menimbulkan kepenuhan dalam rumah atau bahkan kemungkinan  ancaman pengusiran. Kadang ibu ragu dengan kemampuannya merawat anak lain selama hamil, kelahiran, atau setelahnya.   Anak remaja kadang sulit menerima kedatangan bayi baru dalam keluarga.Atau ibu hamil adalah remaja yang masih di bawah pengasuhan orang tuanya dan mungkin ada masalah seberapa besar dukungan yang dapat di berikan orang tua kepadanya selama hamil dan setelah kelahiran.
            Bidan dalam hubungan kemitraan ibu hamil, melakukan rujukan kepetugas kesehatan lain yang memiliki peran dalam membentuk beberapa kesulitan tersebut atau kelembaga multi professional lain tempat bantuan dapat di berikan

Ø Riwayat Kbidanan
1.      Memperkenalkan diri untuk menggali informasi
2.      Menggunakan tehnik wawancara meliputi mengajukan pertanyaan yang bersifat terbuka,klarifikasi kebiasaan/pola hidup sehari-hari, hidup sehari-hari,menggunakan bahasa yang dapat di pahami pasien

3



3.      Menghargai /menghormati hak pribadi pasien
4.      Dengarkan dengan minat yang tinggi,perhatian, serta berreaksi terhadap hal-hal yang di ceritakan pasien
5.      Lebih responsip untuk permintaan penjelasan /informasi.
6.      Berikan informasi secara tepat dan terperinci
7.      Tidak perlu mencatat yang tidak relevan
8.      Beri waktu pasien untuk menjawab pertanyaan, jangan memotong jawaban pasien,  kecuali pasien mulai memberi jawaban kea rah lain atau anda perlu klarifikasi
9.      Dengarkan pasien dengan baik, jangan ulangi pertanyaan akhir,juga  tidak perlu memintanya mengulangi  jawaban sebab hal tersebut menandakan anda kurang perhatian
10.  Beri bantuan terhadap jawaban yang masih tidak jelas, atau informasi meskipun tidak berhubungan langsung dengan pertanyaan
11.  Pastikan bidan mengerti  apa yang di katakana pasien. Meskipun aksen dan ekspresinya berbeda antara suatu daerah dengan lainnya,jangan ragu untuk meminta pasien mengeja atau menjelaskan maksud perkataan
12.  Hindari memberi kesan negative yang dapat terlihat di wajah, bahasa tubuh atau tekanan seara
13.  Usahakan membuat suasana pribadi dan tidak di dengar oleh orang lain
14.  Berbicara dengan menanyakan, menjelaskan,dan dengan tekanan suara yang lembut
15.  Pastikan selalu menatap mata, jangan selalu membaca dari formulir riwayat, mencatat respon atau lainnya
16.  Hindari mengajukan pertanyaan, kecuali anda dapat menerangkan kepada pasien alas an anda menanyakan hal tersebut. Pasien ada yang beranggapan bahwa kondisi social, seksual, ekonomi, pendidikan , pekerjaan, dan rumah merupakan informasi penting. Anda harus mendapatkan informasi penting tanpa mengajukan pertanyaan yang seolah mengorek kehjdupan pribadinya.


4



Ø  Keluarga
Kondisi tertentu   dapat karena negative, sedangkan yang lainnya bersifat familyal atau berkaitan dengan itnisitas, dan beberapa berkaitan dengan lingkungan fisik atau social tempat keluarga tersebut bertempat tinggal.
Diabetes meskipun bukan di turunkan secara genetic, menimbulkan predis posisi pada anggota keluarga lain, terutama bila mereka hamil atau gemuk. Hipertensi juga memiliki komponen familial dan kehamilan kembar memilki incident lebih tinggi dalam keluarga tertentu. Beberapa kondisi seperti anemia  sel sabit talasemia  lebih umum terjadi pada ras tertentu.                          
Ø Penyakit
Penyakit adalah keadaan abnormal suatu tubuh yang terserang penyakit karena timbul dari berbagai macam virus.
Penyebab Penyakit
Sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan atau menyebabkan penyakit pada orang lain. Sumber penyakit ini mencakup juga reservoa rseperti yang telah dijelaskan sebelumnya..

           Sumber penularan ialah induk semang penyakit baik manusia atau hewan yang dapat mengeluarkan benih-benih penyakit dan menularkan penyakit-penyakit tersebut kepada orang lain. Sumber penularan harus dibedakan dari sumber penyakit.
typhus.
Manusia sebagai sumber penularan. Orang yang menderita penyakit  typhus, dalam darah, air kencing dan kotorannya, terdapat basil-basil typhus. Kotoran-kotoran dan air kencing yang mengandung basil-basil typhus tersebut dapat membahayakan kesehatan orang-orang yang tinggal disekitarnya

5


.Keterangan:
lalat suka sekali hinggap di tempat-tempat yang kotor, najis-najis dan lain-lain. Pada waktu lalat itu hinggap pada najis yang mengandung basil-basil typhus, maka akan melekat pada kak ikakinya najis tersebut beserta basil-basil itu. Dari najis lalat hinggap ke lain-lain tempat, antara lain ke makanan, piring, cangkir dan lain-lain. Bila orang makan makanan yang sudah mengandung basil-basil tersebut, maka mungkin orang itu akan kejangkitan penyakit

2.     PEMERIKSAAN FISIK
            Sebelum melakukan pemeriksaan fisik terhadap wanita hamil, persetujuan dan kenyaman pasien harus di perhatikan oleh bidan. meskipun ibu hamil tidak secara rutin di ukur untuk menetapkan tinggi badannya, tinggi badan yang pendek di kaitkan dengan komplikasi kehamilan dan kelahiran misalnya destisia (olugibile & mascarenhas, 2000) .Oleh karena itu, penting untuk mengkaji ibu hamil dan keluarganya secara holistic serta mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin dengan mengenali tanda-tanda yang berkaitan dengan pengetahuan ini.
Prinsip pelaksanaan pemeriksaan fisik
  1. Cuci tangan segera sebelum melakukan pemeriksaan
  2. Pastikan bahwa kuku jari bersih dah tidak panjang, sehingga tidak menyakiti pasien
  3. Terlrbih dahulu hangatkan tangan dengan air hangat sebelum menyentuh pasien, atau gosok bersama-sama atau letakan di bawah lampu
  4. Jelaskan kepada pasien secara umum apa yang akan dilakukan. Selama pemeriksaan itu sendiri ceritakan kepada pasien secara khusus apa yang di lakukan sebelum melakukan pemeriksaan. Biarkan pasien mengetahui bagian mana yang di sentuh, apa yang ingin di lakukan , apakah peraan ini tidak nyaman
  5. Gunakan sentuhan yang lembut tetepi tidak menglitik pasien dan cukup kuat untuk memperoleh informasi yang akurat






6




6.      Buatlah pendekatan dan sentuhan dengan menghargai jasmani pasien dengan baik serta sesuai dengan hak pasein terhadap kapantasan dan ha katas rahasia pribadi
7.      Tutupi badan pasien selama pemeriksaan dan hanya bagian yang di periksa yang terbuka
8.      Atur pemeriksaaan sesuai ketentuan sebagai berikut:
a.      Mulai dari kepala baru ke kaki
b.      Batasi gerakan pasien (contoh: ketika pasien dalam posisi duduk bidan dapat memeriksa payu darah juga dapat mendengar suara paru-paru dari punggung, lihat dan rabah tulang belakang yang salah bentuk)
c.       Tunggu sampai akhir pemeriksaan untuk menyentuh bagian tubuh yang akan mengakibatkan bidan harus mencuci tangan kembali ( mis. Telapak kaki pasien )
d.      Pastikan bahwa pemeriksaan selalu memperhatikan prinsip pencegahan infeksi dan menggunakan cara yang sama pdada setiap pasien
9.      Pemeriksaan fisik, waspadahi tiap ketidak sesuaian antara cerita pasien dan hasil pemeriksaan fisik
10.  Diskusikan semua hal yang di temukan pada pasien. Bila pasien merasa cemas karena sesuatu di temukan tidak normal, segera jelaskan pada pasien. Bila di temukan sesuai yang tidak normal, informasikan pada pasien.
Berat Badan
            Ibu hamil yang gemuk  beresiko terhadap komplikasi kehamilan. Komplikasi ini meliputi diabetes gestasional, hipertensi akibat kehamilan, dan destosiabahu.Selain itu juga sulit mempalpasi bagian-bagian janin dan medefinisikan presentasi, posisi, atau janin.
            Semua ibu hamil harus di timbang berat badannya setiap kali memeriksa diri, tetapi berat badannya masih dalam batas normal jarang di ketahui bahwa panimbangan berat badan rutin adalah preditor yang baik tentang pertumbuhan janin ( hytten,1990). Ibu hamil yang kurang berat badan atau kelebihan berat badan harus di pantau secara cermat dan di berikan konseling nutrisi.

7         


Tekanan Darah
            Tekanan darah perlu di ukur untuk mengetahui nilai dasar selama masa kandungan.Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan nilai tinggi palsu pada sistolik adalah ketika ibu merasa cemas atau kandung kemih penuh.Tekanan darah di ukur harus dalam keadaan rileks.
            Tekanan darah yang adekuat di perlukan untuk mempertahankan fungsi plasenta tetapi tekanan darah sistolik 140 mmHg atau distolik 90 mmHg pada awal pemeriksaan mengindikasikan potensi hipertensi dan membutuhkan pemantauan ketat selama kehamilan baik dari bidan maupun dokter obstetric ginekologi .

Urinalisis
            Urinalisis dilakukan setiap kali pemeriksaan untuk mengetahui adanya abnormalitas .ibu hamil dapat diberi tahu cara menguji urinenya sendiri dan dianjurkan  untuk mengujinya pada kunjungan berikut . pada kunjungan pertama , spesimen aliran tengah dapat dikirimkan ke laboratorium  untuk dibiakkan untuk mengetahui kemungkinan bakteriuria.bakteriuria sering terjadi asimtomatik sehingga ibu hamil tidak menyadarinya.karenanya,pielonefritis mungkin saja telah terjadi karena perubahan pada traktus renalis selama kehamilan
Temuan lain yang mungkin selama urinalisis berikutnya adalah :
Ø  Keton karena pemecahan lemak untuk menciptakan glukosa,yang di sebabkan oleh kebutuhan janin yang tidak terpenuhi yang mungkin karena muntah,hyperemesis,starvasi,atau senam berlebihan.
Ø  Glukosa yang disebabkan oleh kadar dalam darah tinggi,penurunan ambang atau penyakit ginjal.
Ø  Protein karena kontaminasi oleh leukorea vaginal,atau penyakit seperti infeksi saluran kemih atau gangguan hipertensi kehamilan.


8



Pemeriksaan Darah
Bidan harus menjelaskan kepada ibu mengapa pemeriksaan darah diperlukan pada saat kunjungan pertama.Beberapa pemeriksaan darah yang diperlukan meliputi :
Golongan darah
Golongan darah ibu perlu diketahui untuk mengantisipasi apabila diperlukan transfusi darah pada saat persalinan.
Hitung darah lengkap
Pemeriksaan hitung darah lengkap meliputi pemeriksaan :
Hemoglobin,pemeriksaan terhadap Hb diulang pada minggu ke-28 sampai 32 ketika efek hemodilusi makin tampak dan kadang pada minggu ke-36.bila diketahui nilainya rendah maka diperlukan tindakan.suplemen zat besi tidak diperlukan pda ibu yang mengkonsumsi diet cukup zat besi dan yang nilai Hb nya normal.
Veneral disease research labolatory( VDRL),dilakukan untuk mengetahui adanya sifilis.tidak semua hasil fositif menunjukkan sifilis aktif.pemeriksaan awal akan memungkinkan ibu diobati dalam rangka mencegah infeksi janin.
Status imun rubella, ibu yang tidak imun harus di anjurkan untuk menghindari kontak dengan orang yang mengalami penyakit ini. Penyelidikan untuk gangguan darah lain. Ini di anjurkan pada ibu dan pasangannya dari kelompokn etnik tertentu, misalnya penyakit sel sabit atau selemia .bila ibu merupakan carrier salah satu penyakit ini , darah pasangannya harus diuji. Pasangannya akan di beri konseling dan manajemen genetic selama kehamilan.
Skrining hepatiting B, ini sekarang di anjurkan dalam upaya mengurangi resiko penularan perinatal dan morbiditas dan mortalitas bayi.

                                                                                                            10


Pemeriksaan Abdomen          
Pemeriksaan abdomen dilakukan untuk menetapkan dan memastikan bahwa pertumbuhan janin konsistan dengan usia gestasi selama perjalanan kehamilan.Pemeriksaan ini dapat menimbulkan kekhawtiran pada ibu hamil dan komunikasi yang sensitive selama prosedur penting dilakukan.Metode pemeriksaan abdomen meliputi inspeksi,palpasi,dan auskultasi.

Inspeksi
Ukuran uterus dikaji dengan memperkirakannya melalui observasi.namun,kandung kemih yang penuh,kolon distensi atau obesitas dapat memberi kesan salah tentang ukuran janin.bentuk uterus lebih panjang dari pada lebarnya jika posisi janinnya longitudinal,seperti yang sering ditemukan.bila janin berada pada posisi transversal,uterusnya rendah dan lebar.
Bidan dapat mengobservasi gerakan jAnin, atau gerakan ini dapat di rasakan oleh ibu, ini dapat membuat bidan menetapkan posisi janin. Ubilikasi menjadi makin cekung dengan makin bertambahnya usia kehamilan dan menjadi menonjol minggu-mingu terakhir.
Perubahan kulit pada abdomen juga dapat di temukan .tanda bergaris-garis sisah kehamilan terdahulu tampak menjadi seperti perak dan yang baru tampak merah muda. Linea nigra mungkin terlihat, ini adalah garirs gelap normal karena pigmentasi yang arahnya longitudinal di bagian tengah abdomen bawah dan kadang di atas umbilicus.Adanya jaringan perut menunjukan pembedahan obstetric atau abdominal terdahulu.

Palpasi
            Tangan bidan harus bersih dan hangat, tangan yang dingin tidak memiliki kepekaan sentuhan yang di butuhkan, tangan ini cenderung mengakibatkan kontraksi abdomen dan otot uterus dah ibu merasakan palpasih ini tidak nyaman .
           
11



Untuk menentukan tinggi fundus, bidan menempatkan tangannya tepat di bawah xifisternum. Dengan menekan perlahan, bidan menggerakan tangab kebawah abdomen sampai ia merasakan batas lengkung fundus, perhatikan jumlah lebar jari tangan yang dapat mengakomodasi di antara jarak tersebut.
Palpasih palvik dapat menyebabkan kontraksi uterus karena sering di lakukan sebelum palpasi fundus dan lateral untuk membuat temuan lebih muda di tetapkan. Palpasi pevik mengedentifikasi puncak janin di pelvis, ini tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu. Bila presentasinya kepala, akan teraba merasa keras, bulat, permukaan halus. Bidan juga haru seberapa kepala janin yang di rabah di atas tepi pelvik untuk menetapkan engagement.
Palpasi leteral digunakan untuk melokalisasi punggung janin dalam upaya menemtukan posisi.Tangan di tempatkan di ke dua sisi uterus pada setinggi umbilicus.Tekanan ringan diberikan pada kedua tangan secara bergantian untuk mendeteksi sisi uterus mana yang menunjukan tahanan lebih besar.Punggung yang keras dapat di bedakan dengan cairan amniotic yang berfluktuasi.
Palpasi fundus menetapkan adanya bokong atau kepala. Informasi ini akan membantu untuk mendiaknosis kedudukan dan presentasi janin. Perhatikan reaksi ibu terhadap prosedur, bidan mengandalkan kedua tangan pada sisi fundus, jari di letakan berdekatan dan menekuk mengelilingi batas uterus.

Auskultasi
            Mendengarkan denyut jantung janin adalah bagian penting dari proses. Seperti semua dunyut jantung , bunyinya sama tetapi lebih cepatdari denyutan orang dewasa. Stestoskop janin pinard akan memungkinkan bidan mendengan jantung janin scara langsung dan menetapkan apakah denyut jantung bayi atau ibu. Stestoskoppinard di tempatkan di atas abdomen ibu , pada sudut kanan terhadap atas punggung janin.


12



3.    Pemeriksaan panggul
pada ibu hamil terutama primigravida perlu dilakukan pemeriksaan untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulit persalinan. Ada empat cara melakukan pemeriksaan panggul yaitu dengan pemeriksaan pangdang (inspeksi) dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan panggul atau kelainan panggul, misalnya pasien sangat pendek, bejalan pincang, terdapat kelainan seperti kifosis atau lordosis, belah ketupat michaelis tidah simetris. Dengan pemeriksaan raba, pasien dapat diduga mempunyai kelainan atau kesempitan panggul bial pada pemeriksaan raba pasien didapatkan: primigravida pada kehmilan aterm terdapat kelainan letak. Perasat Osborn positif fengan melakukan pengukuran ukuran-ukuran panggul luar





13


Jalan Lahir
Prinsip Dasar
1.       Jalan lahir terdiri atas jalan lahir bagian tulang dan jaln lahir bagian lunak. Jalan lahir bagian tulang terdiri atas Tulang-tulang panggul dan sendi-sendinya, sedang bagian lunak terdiri atas otot-otot, jaringan dan ligamen-ligamen. Dalam peros persalinan per vaginam janin harus melewati jalan lahir ini. Jika jalan lahir khusus nya bagian tulang mempunyai bentuk dan ukuran rata-rata normal serta ukuran janinnya pun rata-rata normal, Maka dengan kekuatan yang normal  pula persalinan P pula persalinan  per vaginam akan berlangsuntanpa kesulitan.
2.       Penolong persalinan harus mampu  mengenal panggul normal dalam kehamilan, serta mampu pula mengenal penyimpangan dari keadaan normal. Kelainan panggul bawaan atau karena sesuatu penyakit pada umumnya jarang, dan kalau pun ada mudah di kenal secara klinis.







14







Sendi Panggul
1.       Terdapat 4 sendi panggul yaitu 2 artikulasio sakroliaka, simfisis pubis, dan artikulasi sakrokoksigeal . dalam kehamilan dan persalinan  artkulasio ini dapat  bergeser sedikit  dan lebih longgar . pada disproporsi  sefalopelvik  “ringan” kelonggaran ini  kadang-kadang dapat memungkinkan lahirnya janin per vaginam.
2.       Artikulasi sakroiliaka menghubungkan sakrum  dengan ilium, memungkinkan  gerakan terbatas  ke depan dan ke belakang. Pergeseran yang terlalu lebar pada artikulasio ini sering menimbulkan rasa nyeri di daerah persendihan.
3.      Simfisis pubis terbentuk dari hubungan 2 os pubis. Longgarnya hubungan simfisis ini dapat menimbulkan simfisiolosis yang terasa sangat nyeri.
4.      Artikulasio sakrokoksigea merupakan hubungan os sakrum dengan os koksigis.
Adanya sendi ini memungkinkan os koksigis tertekan kebelakang pada waktu kepala janin lahir.





Ligamen –Ligamen Panggul
1.      Ligamen yang menghubungkan Os sakrum dengan os ilium pada artikulasio sakroiliaka merupakan yang terkuat di seluruh tubuh.

15



2.      Ligamen Sakrotuberosum mengikat sakrum dengan tubrer iskhii, sedang ligamen sakrospinosum menghubungkan sakrum dengan spina iskhiadika. Kedua Ligamen ini membentuk dinding posterior dari pintu bawah panggul.
                        Gambar Ligamen sakrospinosum dan sakrotuberosum
Pelvis Mayor Dan Minor
1.      Secara fungsional panggul terdiri atas 2 bagian yang di sebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis di atas linea terminalis, yang tidak banyak kepentingan di dalam obstetri.

Gambar. Potongan sagita panggul, menunjukkan pelvis mayor dan minor
2.      Yang lebih penting adalah minor, dibatasi oleh pintu atas panggul ( inlet) dan Pintu bawah panggul (outlet). Pelvis minor berbentuk saluran yang mempunyai sumbu lengkung kedepan ( sumbu Carus).
Jenis Panggul menurut Caldwell-Moloy

16



1.      Jenis Genekoid; ditemukan pada 45% wanita. Panjang Diameter anteroposterior hampir sama dengan diameter transversa.
2.      Jenis android; bentuk pintu atas panggul hampir segitiga. Pria umumnya mempunyai panggul jenis ini. Walaupun diameter anteroposterior hampir sama panjang dengan diametr tranversal , tetapi diameter transversa dekat dengan sakrum. Bagian dorsal ari pintu atas panggul gepeng, bagian ventral menyempit kemuka. Ditemukan pada 15% wanita.
3.      Jenis antropoid; di temukan pada 35% wanita.
Bentuk pintu atas panggul agak lonjong seperti telor.Diameter anteoposterior lebih besar daripada diametar transversa.
4.      Jenis Platipelloid; ditemukan pada 5% wanita. Diameter transversa lebih daripada diameter antroposterior.

Tulang Panggul
Tulang panggul itu sebetulnya terdiri atas 4buah tulaang;
a.       – 2 tulang pangkal paha (ossa coxae)
b.      -1 tulang kelangkang (os Sacrum)
c.       – 1 Tulang tungging (os coccygis)

Ukuran-Ukuran Panggul
A.     Pengukuran secara Klinis


o   Pintu atas panggul;
Dari ukuran p.a.p conjugata vera adalah ukuranan yang terpenting dan satu-satunya ukuran yang dapat diukur secara indirect ialah dengan mengurangi conjugata diagonalis dengan 1,5 – 2 cm, tergantung dari lebar dan inklinasi symphysis.



17





 Cara mengukur conjugata diagalis;
Ø  Dengan 2 jari ialah jari telunjuk dan jari tengah, melalui konkavitas dari sacrum, jari tengah digerakkan ke atas sampai dapat meraba promontorium.
Ø  Sisi radial dari jari telunjuk ditempelkan pada pinggiran bawah symphysis dan tempat ini ditandai dengan kuku jari telunjuk tangan kiri.
·        Promontorium hanya bisa tercapai oleh jari kita dengan pemeriksaan dalam pada panggul yang sempit. Pada panggul dengan ukuran normal, promontorium tak tercapai, tapi ini menandakan bahwa CV cukup besar.
·        Kalau CV lebih besar dari 10 cm, maka p.a.p. dianggap cukup luas (biasanya CV = 11cm). Sebetulnya ini tidak tepat, karena CV cukup besar, masih ada kemungkinan bahwa ukuran lain, misalnya ukuran melintang sempit.
·        Sayang sekali diameter transversa tak dapat diukur sacara klinis. Tapi kesempitan diametr transversa tanpa kesempitan CV jarang dsekali terdapat.
·        Selain dengan pengukuran CD kita juga dapat mengatahui secara klinis bahwa p.a.p. mencukupi kalau kepal anak dengan ukuran terbesarnya sudah melewati p.a.p.










18










19

Alat untuk menukur luar panggul yang paling sering digunakan adalah jangka panggul dari martin. Ukuran – ukuran panggul yang sering digunakan untuk menilai keadaan panggul adalah:
  1. Distansia spinarum
Yaitu jarak antara spina iliaka anterior superior kanan dan kiri, dengan ukuran normal 23-26 cm
2.      Distansia kristarum
Yaitu jarak antara Krista iliaka terjauh kanan dan kiri dengan ukuran sekitar 26-29 cm. bila selisih antara distansi kristarum dan distansia spinarum kurang dari 16 cm, kemungkinan besar adanya kesempitan panggul.
 Pemeriksaan ektremitas bawah
memeriksa adanya oedema yang paling mudah dilakukan didaerah pretibia dan mata kaki dengan cara menekan jari beberapa detik. Apabila terjadi cekung yang tidak lekas pulih kembali berarti oedem positif.Oedem positif pada tungkai kaki dapat menendakan adanya pre eklampsia. Daerah lain yang dapat diperiksa adalah kelopak mata. Namun apabila kelopak mata sudah oedem biasanya keadaan pre eklamsi sudah lebih berat.
 Pemeriksaan reflek lutut (patella)
mintalah ibu duduk dengan tungkainya tergantung bebas dan jelaskan apa yang akan dilakukan. Rabalah tendon dibawah lutut/ patella. Dengan menggunakan hammer ketuklan rendon pada lutut bagian depan. Tungkai bawah akan bergerak sedikit ketika tendon diketuk. Bila reflek lutut negative kemungkinan pasien mengalami kekurangan vitamin B1.bila gerakannya berlebihan dan capat maka hal ini mungkin merupakan tanda pre eklamsi.

20

4. Uji Laboratorium
1.       Uji Darah Ibu
Darah ibu dapat di ambil dengan berbagai alasan, secara rutin atau pun dalam keadaan darurat selama persalinan atau kelahiran. Kisaran normal rujukan untuk hasil uji darah bisa bervariasi pada berbagai rumah sakit atau laboratorium yang berbeda dan normalnya di dasarkan pada studi populasi. Kata “normal” memerlikan kualifikasi. Pengukuran bisa menghasilka harga di antara kisaran rujukan namun objek bisa “ abnormal”dalam keadan tertentu.
Fungsi Vena
Begitu  consent  di peroleh untuk mengambil darah, tempat dapat dipilih. Fosa antekubital biasanya merupakan tempat pilihan, tempat vena sefalik, medianus, kubiri, serta basilicayang mudah di capai dan  dekat dengan permukaan kulit.ibu harus mengetahui mengapa darah nya harus di ambil dan kemudian,bisa hasil ya ternyata berada dalam kisaran normal.darah harus di tempatkan dalam botol yang tepat(tidak ada kode warna nasional untuk botol darah pada saat ini)dan di simpan dengan baik sesuai kartu laboraturium dengan akurat dan di kirim ke laboratorium secepat nya.semua rincian sampel yang di ambil harus dicatat dalam catatan ibu.
2.       Uji Biokimia
Botol darah litiumheparin
·         Natrium(Na) secara tidak langsung berhubungan dengan volume air tubuh
·         Kalium(K) penting untuk aktifitas listrik jantung normal dan konsentrasi yang sangat tinggi atau rendah berhubungan dengan abnormal litas listrik jantung (seperti pada fibrilasi ventrikal atau asistole).



3.       Uji Fungsi Ginjal

Botol darah litium heparin.
·         Kreatinin adalah produk ahkir nitrogen metabolisme otot.kreatinin difiltrasi oleh glomeruli dalam ginjal angka kliren ginjal memberikan pengukuran yang mendekati angka filtasi glomeruli karena konsentrasi kreatin bisa langsung di ukur dalam plasma maka merupakan indikator yang berguna mengenai funsi ginjal,terutama perlu obserpasi berkelanjutaN

21


·         Asam urat adalah produk ahkir metabolisme protein.peningkatan kadar asam urat mencerminkan penurunan aliran darah ginjal akibat vasokontriksi.
·         Urea adalah produk sampah metabolisme yang di exkresi melalui ginjal.

pemeriksaan penunjang laboratorium yabg dapat dilakukan pada kunjungan antenatal adalah Hemoglobin, hematokrit, kultur untuk gonokus, protein urin, gula dalam darah , VRDL, apusan serviks dan vagina diulang pada minggu ke 32 atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya organisme Clamydia,gonore, herpes simpleks tipe 1 dan 2 dan streptokokus grup B
4.      Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan ibu hamil secara umum.Pemeriksaan darah juga dapat dlakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein).Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin.Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya down syndrome pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada kehamilan pada usia kehamilan sekitar 15 – 20 minggu.
5.      Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil.Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayiterlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan  TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunoglobulinG (Ig G) dan Imunoglobulin M(IgM) dalam serum ibu hamil. 

5.   Pemeriksaan Emosional Ibu Hamil

Masa kehamilantubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, begitu pula emosi ibu hamil. Adalah hal yang umum saat hamil seorang ibu merasakan perubahan perasaan yang sangat beragam.Dari perasaan takut hingga sedih, hingga senang hanya dalam jarak waktu beberapa menit saja.

22



Saat kehamilan, hormon wanita akan mengalami pasang surut yang sangat tajam. Jika PMS (Pre Menstrual Syndrome) yang terjadi setiap sebelum wanita mendapatkan siklus menstruasi setiap bulan sudah bisa membuat emosi wanita berubah-ubah.
Dalam masa kehamilan, tubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, begitu pula emosi. Adalah hal yang umum saat hamil seorang ibu merasakan perubahan perasaan yang sangat beragam.Dari perasaan takut hingga sedih, hingga senang hanya dalam jarak waktu beberapa menit saja. Ketika keriaan kehamilan mulai mengena pada ibu hamil, hidup akan mulai terasa seperti wahana roller coaster.
Trimester Pertama
Selama bulan pertama hingga ketiga, suasana emosi ibu hamil biasanya gampang sekali berubah.Pergolakan emosi menyebabkan Anda sensitif, mudah menangis, gampang lelah, takut bila terjadi keguguran, lebih merasakan “sakit” daripada hamil.Perubahan emosi Anda lebih disebabkan adanya aktivitas hormonal yang meningkat pesat dan sebagian faktor fisik.Misalnya kelelahan, mual, muntah, morning sickness atau perubahan bentuk tubuh.
Trimester Kedua
Pada usia kehamilan ini, emosi Anda jauh lebih baik dan tidak banyak keluhan yang Anda rasakan seperti pada trimester sebelumnya. Oleh karena itu, periode ini bisa disebut periode keemasan.Anda mulai bisa menyesuaikan diri dengan perubahan hormon kehamilan.Selain itu, tidak banyak muncul keluhan-keluhan fisik.Inilah yang membuat Anda bisa menjalani kehamilan dengan lebih enak dan tidak sedramatis sebelumnya.



23




Trimester Ketiga / Akhir
Memasuki trimester akhir ini, kondisi perut akan semakin besar dan mengakibatkan susah bergerak, cepat lelah, mudah lupa dan gampang cemas. Emosi kembali sukar untuk dikendalikanbahkan Anda menjadi lebih sensitif. Tetapi seiring bertambahnya usia kehamilan, Anda menjadilebih siap mental untuk mempersiapkan persalinan dan kelahiran buah hati yang telah dinantikan.
Tips Menghadapi Perubahan Emosi
  • Mengetahui perubahan emosi yang Anda rasakan adalah normal dan bisa membantu.
  • Berbagi pengalaman dan perasaan dengan pasangan serta menjalin komunikasi yang lebih terbuka.
  • Makan makanan yang bergizi dan berolahraga secara teratur juga bisa membantu Anda membentuk pola pikir positif tentang kondisi Anda.
  • Mengikuti kelas kehamilan bersama dengan pasangan.
  • Berbagi pengalaman dengan orang yang pernah mengalami kondisi serupa dengan Anda.
  • Memperbanyak pengetahuan dan informasi tentang kehamilan dari buku, internet, majalah atau sumber lain.

Kenyataan bahwa si ibu akan membawa kehidupan baru ke dalam dunia membangunkan semacam kekhawatiran dan ketakutan tersendiri di dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan prescription medications pun mulai berkelebat di dalam benaknya; Apakah saya mampu menjadi seorang ibu yang baik? Apa yang akan terjadi pada hubungan saya dan pasangan? Bagaimana dengan kehidupan romantisme dan seksual nantinya? Apakah ukuran tubuh saya akan seperti ini terus? Bagaimana dengan karier saya? Apakah saya akan berubah menjadi seperti ibu saya atau ibu si dia.


24



Menurut Susan, memahami efek kehamilan dalam pola pikir seseorang akan membantu Anda mengatur perubahan emosi. Akan lebih baik pula jika si ibu mengetahui bahwa tekanan emosional tidak memiliki efek negatif pada kondisi kehamilan. Pertumbuhan janin di dalam rahim akan cukup kuat dan sehat asalkan terus dipantau, dijaga, dan dipenuhi kebutuhannya. Meski memang kalangan kesehatan mengetahui, bahwa stres bisa tetap mempengaruhi si ibu hamil dan janinnya, namun belum ada indikator pastinya. Kalangan kesehatan saat ini hanya mengetahui bahwa stres bisa meningkatkan detak jantung dan sang janin bisa merasakan perubahan ini
Yang mesti diwaspadakan bukanlah stresnya, tapi apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi stres tersebut. Apakah Anda akan melakukan hal-hal yang tak sehat untuk si bayi, misal, mengkonsumsi makanan tidak sehat, dan sebagainya.


Supaya tidak membahayakan diri dan kehamilannya, berikut adalah strategi-strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa kegelisahan saat kehamilan:
Memahami bahwa apa yang Anda rasa adalah normal.
  • Percaya pada emosi dan tingkatkan kepercayaan pada diri sendiri.
  • Usahakan untuk terus berkomunikasi dengan pasangan.
  • Dapatkan dukungan dari teman, keluarga, dokter, atau komunitas lainnya.
  • Jangan mencoba menjadi pahlawan dalam hal apa pun. Cukup lakukan yang terbaik, dan selalu prioritaskan kesehatan Anda dan janin.
  • Perbanyak pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh Anda, dan persenjatai diri Anda dengan mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi di depan nanti.
  • Ikuti latihan-latihan relaksasi, seperti yoga dan meditasi.
  • Lepaskan tekanan dengan melakukan latihan yang aman tapi tetap enerjik, seperti berjalan, berenang, dan berdansa kecil.

25



  • Dengarkan lagu favorit atau membaca buku-buku inspiratif.
  • Jika memungkinkan, coba cari spa yang menawarkan pijatan khusus untuk ibu hamil.
  • Berendam dalam air hangat selama air ketuban belum pecah masih dianggap aman. Jika memungkinkan, cobalah untuk berendam dalam air hangat untuk melepaskan ketegangan
  • Pelajari teknik relaksasi lewat buku atau dengan mengambil kelas-kelas khusus.
  • Konsumsi makanan seimbang dan bernutrisi.
  • Simpan dan catat kegiatan-kegiatan harian di dalam buku harian.
  • Manjakan diri dengan makanan-makanan yang menyenangkan, seperti es krim atau cokelat berkualitas tinggi.
  • Jika Anda masih merasakan rasa sendu tak menentu selama kehamilan, ada baiknya Anda menemui dokter khusus untuk mendapatkan perawatan tepat.
Pengkajian janin
Pada janin yang perlu dikaji adalah gerakan janin, denyut jantung janin, dilakukan setelah UK 12 minggu, tafsiran berat janin, letak dan persentasi, engagement (masuknya kepala ke panggul), kehamilan kembar / tunggal.
Perkiraan berat janin meningkat keakuratannya melalui pengukuran diameter biparetal pada pemeriksaan ultrasonografi.Kemungkinan adanya retardasi pertumbuhan janin, kehamilan kembar, dan ketidakakuratan taksiran partus dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi.
Status kesehatan janin dievaluasi setiap kunjungan.Ibu diminta menjelaskan gerakan janin.
Kesimpulan
  • Asuhan antenatal adalah suatu program terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medis pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
  • Pengkajian maternal meliputi:

26



Wawancara:
1.      dentitas pasien
2.      Keluhan utama
3.      Riwayat kehamilan sekarang
4.      Riwayat penyakit dahulu
5.      Riwayat penyakit keluarga
6.      Riwayat khusus obstetric dan ginekologi
7.      Riwayat sosial / ekonomi
  • Pemeriksaan fisik
1.      Perhatikan tanda – tanda tubuh yang sehat
2.      Pengukuran tinggi badan dan berat badan
3.      Pemeriksaan tekanan darah
4.      Pemeriksaan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki
5.      Pemeriksaan leopold I, untuk menentukan bagian janin yang berada dalam fundus uteri
6.      Pemeriksaan Leopold II, untuk menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus.
7.      Pemeriksaan Leopold III, untuk menentukan bagian janin apa yang berada pada bagian bawah.
8.      Pemeriksaan Leopold IV, untuk menentukan presentasi dan “engangement”.
9.      Pemeriksaan denyut jantung janin.
10.  pemeriksaan punggung dibagian ginjal
11.  Pemeriksaan genetalia
12.  Distansia tuberan
13.  Konjugata eksterna (Boudeloge)
14.  Pemeriksaan panggul
15.  Pemeriksaan ektremitas bawah
16.  Pemeriksaan reflek lutut (patella)

a.      Ketika Janin Bergerak...
      “              Akrobat” dirahim yang luas
Memasuki trimester kedua, tepatnya pada bulan keempat atau kelima, embrio mulai aktif bergerak dan menendang dinding perut Ibu dibantu oleh adanya cairan ketuban didalam rahim yang memudahkan janin mengambang kesana kemari, hanya dihubungkan dengan tali pusar ke ari-ari (uri,plasenta) yang menempel di dinding rahim Ibunya.




27





                                      Gerakannya mulai terasa

Seiring pertumbuhan usia kehamilan, rahim mulai sempit, gerakan janin ini akan sangat dirasakan Ibu hamil. Selain itu, karena rongga bagian atas lebih luas dibanding bagian bawahnya, janin cenderung meletakkan kakinya diatas agar lebih leluasa bergerak dan kepalanya menukik kearah rahim.


b.     Denyut jantung janin

Dengan menggunakan stetoskop monoral (stetoskop obstetric) untuk mendengar DJJ dapat terdengar pada bulan 4-5.Walaupun dengan ultrasound (doptone) sudah dapat didengar pada akhir bulan ke-3.
Frekuensinya lebih cepat dari B.J orang dewasa ialah antara 120-140/menit. Karena badan anak dalam kypose dan di depan dada terdapat lengan anak maka B.J. paling jelas terdengar di punggung anak dekat pada kepala.
Pada presentasi biasa (letak kepala) tempat ini kiri atau kanan di bawah pusat.Jika bagian-bagian anak belum dapat ditentukan, maka B.J. harus dicari pada garis tengah di atas sympisis.
Yang dapat diketahui dari bunyi jantung janin adalah :
1.      Dari adanya detak jantung janin:
·         tanda pasti kehamilan
·         anak hidup
2.      Dari tempat bunyi jantung janin terdengar:
·         presentasi anak
·         positio anak(kedudukan punggung)
·         sikap anak (habitus)
·         adanya anak kembar


Kalau bunyi  jantung terdengar kiri atau kanan di bawah pusat,maka presentasinya kepala,kalau terdengar kiri kanan setinggi atau di atas pusat,maka presentasinya bokong (letak sungsang).
Kalau bunyi jantung terdengar sebelah kiri,maka punggung sebelah kiri,kalau terdengar sebelah kanan maka punggung sebelah kanan.Kalau terdengar di pihak yang berlawanan dengan bagiab-bagian kecil,sikap anak fleksi.kalau terdengar sepihak dengan bagian-bagian kecil,sikap anak defleksi.



28






Pada anak kembar bunyi jantung terdengar pada 2 tempat dengan sama jelasnya dan dengan frekwensi yang berbeda(perbedaan lebih dari 10/menit
3.      Dari sifat bunyi jantung anak:
dari sifat bunyi jantung anak kita dapat mengetahui keadaan anak.anak yang dalam keadaan sehat bunyi jantung nya teratur dan frekwensinya antara 120-140 permenit.
Kalau bunyi jantung kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur, maka anak dalam keadaan asphyxia (kekurangan oksigen).
Cara menghitung DJJ adalah dengan mendengarkan 3x5 detik dikalikan dengan 4. Contohnya :
5 detik
5 detik
5 detik
Kesimpulan
11
12
11
-        4 (11+ 12 +11) = 136/menit. Teratur dan janin baik.
10
14
9
- 4 (10 + 14 + 9) = 132/m. Tak teratur  dan janin asphyxia
8
7
8
- 4 (8 + 7 + 8) = 92/m. Tak teratur dan janin asphyxia.




.   Non stress test (NST)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai hubungan gambaran DJJ dan aktivitas janin. Cara pemeriksaan ini dikenal juga dengan nama aktokardiografi, atau fetal activity acceleration determination (FAD; FAAD). Penilaian dilakukan terhadap frekuensi dasar DJJ, variabilitas, dan timbulnya akselerasi yang menyertai gerakan janin.
Tehnik pemeriksaan NST : 1. Pasien berbaring dalam posisi semi-Fowler, atau sedikit miring ke kiri. Hal ini berguna untuk memperbaiki sirkulasi darah ke janin dan mencegah terjadinya hipotensi. 2. Sebelum pemeriksaan dimulai, dilakukan pengukuran tensi, suhu, nadi, dan frekuensi pernafasan ibu. Kemudian selama pemeriksaan dilakukan, tensi diukur setiap 10-15 menit (hasilnya dicatat pada kertas KTG). 3. Aktivitas gerakan janin diperhatikan dengan cara: · Menanyakan kepada pasien. · Melakukan palpasi abdomen. · Melihat gerakan tajam pada rekaman tokogram (kertas KTG). 4. Bila dalam beberapa menit pemeriksaan tidak terdapat gerakan janin, dilakukan perangsangan janin, misalnya dengan menggoyang kepala atau bagian janin lainnya, atau dengan memberi rangsang vibro-akustik (dengan membunyikan bel, atau dengan menggunakan alat khusus untuk keperluan tersebut). 5. Perhatikan frekuensi dasar DJJ (normal antara 120 – 160 dpm). 6. Setiap terjadi gerakan janin diberikan tanda pada kertas KTG.Perhatikan apakah terjadi akselerasi DJJ (sediktinya 15 dpm). 7. Perhatikan variabilitas DJJ (normal antara 5 – 25 dpm). 8. Lama pemeriksaan sedikitnya 20 menit.



29







Interpretasi NST
1. Reaktif:
·  Terdapat gerakan janin sedikitnya 2 kali dalam 20 menit, disertai dengan akselerasi sedikitnya 15 dpm.
·   Frekuensi dasar djj di luar gerakan janin antara 120 – 160 dpm.
·   Variabilitas djj antara 5 – 25 dpm.
2. Non-reaktif:
·          Tidak terdapat gerakan janin dalam 20 menit, atau tidak terdapat akselerasi pada gerakan janin.
·         Frekuensi dasar djj abnormal (kurang dari 120 dpm, atau lebih dari 160 dpm).
·          Variabilitas djj kurang dari 2 dpm.
3. Meragukan:
·          Gerakan janin kurang dari 2 kali dalam 20 menit, atau terdapat akselerasi yang kurang dari 15 dpm.
·          Frekuensi dasar djj abnormal.
·          Variabilitas djj antara 2 – 5 dpm.
Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti dengan keadaan janin yang baik sampai 1 minggu kemudian (spesifisitas 95% – 99%). Hasil NST yang non-reaktif disertai dengan keadaan janin yang jelek (kematian perinatal, nilai Apgar rendah, adanya deselerasi lambat intrapartum), dengan sensitivitas sebesar 20%. Hasil NST yang meragukan harus diulang dalam waktu 24 jam.
Oleh karena rendahnya nilai sensitivitas NST, maka setiap hasil NST yang non-reaktif sebaiknya dievaluasi lebih lanjut dengan contraction stress test (CST), selama tidak ada kontraindikasi.



D.    Amniosentesis


Amniosintesis adalah metode untuk mendapatkan cairan amnion dengan memasukkan trocar halu dan kanula yang steril ke dalam cavitas amnii melewati dinding abdomen dan dinding uterus.Sel-sel fetus dilepaskan kedalam amnion dan dapat dikaji untuk penentuan jenis kelamin dan kesehatan fetus.Untuk alasan yang sudah jelas, maka letak plasenta harus ditetapkan sebelum amniosentesis.


30






Kajian-kajian berikutnya akan dilakukan pada specimen cairan yang di aspirasi antara umur kehamilan 14 sampai 18 minggu. Hasil analisis biasanya baru diperoleh setelah paling cepat 3 minggu.Dan uji dagnostik yang lebih baru telah dirancang untuk menghindari hasil yang terlalu lama ini.



Prenatal Diagnosis
         Diagnosis kelainan janin
         Manifestasi penyakit atau cacat tubuh dapat terjadi sejak masa janin atau setelah lahir
         Kelainan genetik atau non genetik
Indikasi Diagnosis Prenatal
         Hanya dilakukan untuk penyakit yang menyebabkan sakit berat atau kecacatan (mental
fisik) pada anak yang tidak dapat diobati secara optimal
         Kelainan yang menyebabkan sakit berat/ fatal pada ibu hamil
Prediksi Resiko Kelainan Janin
         Ibu usia lanjut
         Riwayat penyakit keturunan dalam keluarga
         Latar belakang etnik dengan frekuensi penyakit keturunan yang tinggi
         Riwayat kelainan kromosom atau cacat bawaan pada anak terdahulu










31







KATA PENGANTAR
           
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allajh SWT, karena berkat dan rahmat-Nya  kami di beri kemudahan untuk menyelesaikan makala ini yang membahas tentang ‘’ Melakukan Asuhan Kehamilan ‘’.
            Makala ini penulis banyak mengalami hambatan dan kesulitan. Namun, berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga kami dapat menyelesaikan makala ini dengan waktu yang telah di tentukan .Sehubungan dengan hal tersebut, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan pengarahan serta dukungan semangat pada kami.
            Akhir kata, penulis berharap kiranya makala Asuhan Kebidanan ini tidak hanya berguna bagi pengetahuan penulis saja, akan tetapi dapat pula di manfaatkan dan sebagai pengetahuan rekan sejawat.




Penulis


ii



DAFTAR PUSTAKA

Vicky C. Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran.Jakarta. EGC, 2006.
W, Hanifa, abdul, dkk. 1989. ILMU BEDAH KEBIDANAN. Jakarta; PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.Daftar Pustaka
S, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung; ELEMAN
M.D., Susan Warhus. 2009. Darn Good Advice Pregnancyda Emosi masa kehamilan. Jakarta.













32





DAFTAR ISI

Halaman judul ……………………………………………………………………………………………………………… i
Kata pengantar ……………………………………………………………………………………………………………. ii
Daftar isi ……………………………………………………………………………………………………………………… iii
Asuhan kehamilan kunjungan awal …………………………………………………………………………….. 1
Tujuan Kunjungan ………………………………………………………………………………………………………. 2
Pemeriksaan fisik ………………………………………………………………………………………………………… 6
Pemeriksaan Panggul …………………………………………………………………………………………………. 13
Pemeriksaan laboratorium …………………………………………………………………………………………. 21
Pengkajian emosipnal ………………………………………………………………………………………………   22
Pengkajian janin ………………………………………………………………………………………………………… 26
Gerakan Janin …………………………………………………………………………………………………………..  27
DJJ …………………………………………………………………………………………………………………………..  28
Non Setress Test …………………………………………………………………………………………………….  29
Amnion …………………………………………………………………………………………………………………… 30





MELAKUKAN ASUHAN KEHAMILAN



DISUSUN OLEH KEL. 9
TRI WIDAYANI
SUNDARI
SUSTINALITI
TRI DEWI MURYANI

PROGRAM STUDY D4 KEBIDANA UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
20012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar