Kamis, 19 Juli 2012

MAKALAH KOMUNIKASI DAN KONSELING DALAM PRAKTIK KEBIDANAN “MELAKUKAN STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN”


MAKALAH
KOMUNIKASI DAN KONSELING DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
“MELAKUKAN STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN”
DISUSUN
O
L
E
H

KORIYAH (11340057)
NOVI SAPUTRI (11340084)
SISKA DAMAYANTI (11340114)
TRI WIDI ASTUTI (11340132)

PRODI DIV KEBIDANAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDARLAMPUNG
2011/2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan yang berjudul “Melakukan Strategi Membantu Klien dalam Pengambilan Keputusan” ini dengan baik tanpa hambatan.
Dengan selesainya makalah ini disusun,kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang Terhormat Dosen Pembimbing kami serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.walaupun makalah ini telah selesai, namun karena keterbatasan kemampuan dan lliteratur yang kami miliki, sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga besar harapan kami untuk menerima saran dan kritik yang bersifat konstruktif.
Kami mengucapkan selamat membaca semoga makalah ini ada manfaatnya bagi pembaca pada ummunya dan ilmu pengetahuan khususnya.
Terimakasih

Bandarlampung,29 Februari 2012





Penulis



ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL                                                                                                              i
KATA PENGANTAR                                                                                                                        ii
DAFTAR ISI                                                                                                                          iii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                      
·         Latar Belakang ………………………………………………………………………….. 1
·         Tujuan …………………………………………………………………………………… 1
BAB II PEMBAHASAN
MELAKUKAN STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN                2
·         Saat –Saat Sulit dalam Penerapan KIP/K ……………………………………………… 3
·         Kesulitan Saat Konseling ………………………………………………………………. 4
·         Upaya untuk Mengatasi Saat-Saat Kesulitan dalam KIP/K …………………………… 5
BAB III PENUTUP
·         Kesimpulan ………………….………………………………………………………….. 7
·         Saran …………………………………………………………………………………….. 8
DAFTAR PUSTAKA







iii

BAB I
PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Dalam praktik kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat dibutuhkan.
Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan membina hubungan, baik sesame rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien. Karena melalui komunikasi yang efektif serta konseling yang berhasil, kelangsungan dan kesinambungan penggunaan jasa pelayanan bidan untuk kesehatan perempuan selama siklus kehidupan akan tercapai.
Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran,pembinaan hubungan baik,pemberian bantuan, dan bentuk kerja sama yang dilakukan secara professional (sesuai dengan bidangnya) oleh bidan kepada klien untuk memecahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan memenuhi kebutuhan klien.

·         TUJUAN
-          Meningkatkan kemampuan kllien untuk menciptakan dalam memelihara hubungan
-          Memberikan pelayanan untuk membantu masalah klien
-          Mengembangkan keefektifan dan kemampuan klien untuk memecahkan masalah
-          Meningkatkan kemampuan klien untuk membuat keputusan


1
BAB II
PEMBAHASAN

·         STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kemampuan dalam mengambil keputusan adalah sangat penting bagi klien untuk menyelesaikan masalah kegawatdaruratan terutama yang berhubungan dengan kebidanan. Dalam konseling pengambilan keputusan mutlak diambil oleh klien, bidan hanya membantu agar keputusan yang diambil klien tepat.

Empat strategi membantu klien dalam mengambil keputusan :
1.       Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya.beri kesempatan klien untuk melihat lagi beberapa alternative pilihannya, agar tidak menyesal atau kecewa terhadap pilihannya.
2.       Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan pilihan, dengan melihat kembali keuntungan atau konsekuensi positif dan kerugiannya atau konsekuensi negative.
3.       Membantu klien mengevaluasi pilihan. Setelah klien menetapkan pilihan,bantu klien mencermatipilihannya.
4.       Membantu klien menyusun rencana kerja, untuk menyelesaikan masalahnya.

·         Pengambilan keputusan yang baik harus mempertimbangkan :
- Kondisi
- Kehendak
- Konsekuensinya





2


·         SAAT-SAAT SULIT DALAM PENERAPAN KIP/K
Semua bidang pekerjaan pasti pernah mengalami masa yang tidak menyenangkan atau menyulitkan.Situasi yang sulit merupakan tantangan bagi seorang konselor untuk menghadapinya, keterampilan konseling terletak pada bagaimana mengatasi masa-masa sulit dalam konseling.Untuk menghadapi  tantangan tersebut,bidan sebagai konselor,harus memiliki pengetahuan yang baik tentang apa yang harus dilakukan.
Masa-masa sulit dalam KIP/K diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Klien diam, tidak mau bicara.
b.       Klien menangis terus-menerus.
c.       Bidan meyakini bahwa tidak ada penyelesaian bagi masalah klien.
d.       Bidan melakukan suatu kesalahan.
e.       Klien menolak bantuan bidan.
f.        Bias Gender.
g.       Waktu yang dimiliki konselor terbatas.
h.       Klien berbicara terus dan yg dibicarakan tidak sesuai topic.
i.         Bidan dan klien sudah saling mengenal sebelumnya.
j.         Klien menanyakan hal-hal yang sangat pribadi kepada bidan.
k.       Bidan merasa dipermalukan.
l.         Keadaan kritis






3


·         KESULITAN SAAT KIP/K
Beberapa kesulitan tersembunyi yang disadari oleh konselor, terutama konselor pemula. Antara lain :
1. Berusaha terlalu banyak dan terlalu dini
2. Lebih banyak mengajar daripada membina hubungan
3. Penerimaan yang berlebihan
4. Menampilkan masalah konseling pada orang yang tidak berpengalaman.
5. Kecenderungan untuk menampilkan kepribadian konseling.
6. Merenungkan setelah sesi yang sulit.

·         UPAYA UNTUK MENGATASI KESULITAN DALAM KIP/K :

a.       Klien diam, tidak mau berbicara
·         Refleksi perasaan, misalnya, “Saya mengerti hal ini sulit untuk dibicarakan”.
·         Biarkan suasana hening sebentar.
·         Pandang klien
·         Perlihatkan sikap tubuh yang menujukan perhatian.
·         Beri kesempatan pada klien untuk mengekspresikan perasaannya.
·         Penolakan atau kebingungan klien.
·          Klien dan konselor telah mencapai akhir suatu ide dan semata-mata ragu mengatakan apa selanjutnya.
·          Kebingungan karena kecemasan atau kebencian.
·          Klien mengalami sakit dan tidak siap untuk bicara.
·          Klien mengharapkan sesuatu dari konselor.
·          Klien sedang memikirkan apa yang dikatakan.
·          Klien baru menyadari ucapannya dan merupakan ekspresi emosional sebelumnya.
Hal yang harus dipahami saat klien diam :
·          Klien tidak mau berbicara selama beberapa waktu klien merasa cemas atau marah.


4
·          Bila terjadi di awal pertemuan setelah beberapa saat, konselor bisa mengatakan : “saya mengerti hal ini sulit untuk dibicarakan, biasanya pada pertemuan pertama klien-klien saya juga merasa begitu. Apakah ibu merasa cemas?”
·          Bila klien diam karena marah konselor dapat berkata : “bagaimana perasaan ibu sekarang?”, diikuti hening beberapa saat, pandang klien dan perlihatkan sikap tubuh yang menunjukkan perhatian.
·          Bila diam di tengah pertemuan konselor harus memperhatikan konteks pembicaraan dan menilai mengapa hal ini terjadi. Lebih baik menunggu beberapa saat, beri kesempatan pada klien untuk mengekspresikan perasaan atau pikirannya, meskipun tidak nyaman.
·          Bila klien diam karena berfikir tidak perlu berusaha memecah kesunyian,menunjukkan sikap tidak menerima.

b.       Klien menangis terus –menerus.
·         Tunggu beberapa saat.
·         Tenangkan klien dengan memberi sentuhan.

c.       Bidan meyakini bahwa tidak ada penyelesaian bagi masalah klien.
·         Sediakan waktu untuk klien
·         Bersama-sama klien menghadapi masa -masa sulit
·         Biasa terjadi jika konselor tidak dapat memecahkan atau membantu menyelesaikan masalah seperti harapan klien.Misalnya pada kasus remaja putri yang ingin aborsi.
·          Konselor dapat mengatakan pada klien bahwa dia akan selalu menyediakan waktu untuk klien menghadapi saat-saat sulit meskipun konselor tidak dapat mengubah keadaan.






5
d.       Bidan melakukan suatu kesalahan.
·         Bersikap jujur.
·         Meminta maaf.
·         Hargai dan percayai klien
·         Bersikap terbuka.
·          Bidan tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan klien.
·         Berusaha mencari informasi.
·         Tunjukan buku sumber lain untuk mendapatkan informasi.
·         Akui keterbatasan.
·         Rujuk klien kepada konselor atau bidan lain yang lebih kompeten.

e.       Klien menolak bantuan bidan
·         Buka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan tentang alasan kedatangan klien.
·         Sarankan untuk melakukan pertemuan lanjutan.
·         Ditunjukkan dengan klien enggan bicara. Tekankan hal positif, paling tidak klien telah datang dan berkenalan dengan konselor, mungkin klien mau mempertimbangkan kembali.

f.        Bias Gender / Klien merasa tidak nyaman dengan jenis kelamin konselor
·         Konselor sebaiknya mengatasi dengan mengatakan : “ orang kadang awalnya merasa lebih nyaman berbicara dengan seseorang yang sama jenis kelaminnya, menurut pengalaman saya semakin lama hal itu semakin tidak penting apabila kita semakin mengenal. Bagaimana kalau kita coba lanjutkan dan lihat bagaimana nantinya.”. biasanya klien menerima, dan masalah ini hilang dengan sendirinya bila konselor bersikap penuh perhatian, menghargai klien dan tidak menilai klien.




6
g.       Waktu yang dimiliki konselor terbatas.
·         Konselor memberikan informasi beberapa saat sebelum pertemuan, meminta maaf, menjelaskan sebab keterbatasan waktunya, dan menunjukkan konselor berharap bertemu klien pada pertemuan selanjutnya.

h.       Klien berbicara terus dan yg dibicarakan tidak sesuai topic.
·         Potong pembicaraannya setelah beberapa saat bila klien terus menerus mengulang pembicaraannya.

i.         Bidan dan klien sudah saling mengenal sebelumnya.
·         Sarankan untuk ke konselor atau bidan lainnya.

j.         Klien menanyakan hal-hal yang sangat pribadi kepada bidan.
·         Setelah beberapa saat potong pembicaraan klien dan gunakan teknik memfokuskan (focusing).

k.       Bidan merasa dipermalukan.
·         Sebaiknya bidan tetap bersikap professional dan tidak menceritakan kehidupan pribadinya.

l.         Keadaan kritis
·         Bersifat direktif.
·         Langsung melakukan tindakan penyelamatan.
·         Komunikasikan dengan tegas dan sopan mengenai keadaan kritis tersebut kepada keluarga.
·         Berikan penjelasan singkat,jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan bersama untuk mengatasi keadaan.
·         Lakukan teknik mendengar efektif.
·         Tengakan klien. Misalnya , “saya akan berusaha semampu saya “.
·         Bersikap tenang.

7
BAB III
PENUTUP

·         KESIMPULAN
Masalah merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi setiap manusia yang mengalaminya.masalah tidak akan pernah hilang apabila tidak diusahakan untuk hilang.
 Menyelesaikan masalah memerlukan bantuan oranglain,bantuan tersebut bukan hanya sebatas mendengarkan dan menerima segala keluhan yang ada dalam pikiran dan perasaan orang bermasalah,melainkan membutuhkan pengetahuan tentang masalah itu sendiri, mempunyai tujuan untuk memberikan bantuan,menggunakan pendekatan pendekatan,menerapkan langkah-langkah dan tahapan dalam memberikan bantuan, serta mengetahui masa-masa sulit dalam pemberian bantuan dan upaya untuk mengatasi nya.
 Kualitas konselor yang baik sangat dibutuhkan dan membantu dalam proses penyelesaian suatu permasalahan.

·         SARAN :
            Diharapkan untuk menjadi seorang bidan (konselor ) yang baik, kita harus memiliki kualitas pribadi serta pengetahuan yang luas,perilaku yang baik,dan keterampilan yang  terapeutik agar dapat memegang peranan penting dalam proses KIP/K (komunikasi interpersonal/konseling) didalam  menjalankan profesi untuk menjadi seorang BIDAN PROFESIONAL.





8


DAFTAR PUSTAKA

Yulifah,yuswanto.2009.Komunikasi dan Konseling dalam Kebidanan.Jakarta:Salemba Medika.
Baraja,Abubakar.2006.Psikologi Konseling dan Teknik Konseling.Jakarta:StudiaPress.
Taylor,Carol dkk.1997.FundamentalsofNursing.Philadelphia:J.B.LipinconttCompany.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2002.Komunikasi Efektif.Jakarta:Depkes RI.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar