Kamis, 19 Juli 2012

DIARE


BAB 1
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Pembangunan masalah pada dasarnya adalah menyelenggarakan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk hidup sehat bagi setiap kehidupan agar dapat mewujutkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagaia salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Salah satu kebijaksanana dalam rangka pencapaian tersebut adalah peningkatan upaya kesehatan.
Diare sangat mudah dialami bayi dan balita, karena daya tahan tubuh yang masih belum maksimal atau belum sepenuhnya terjaga semuanya. Diare dapat disebabkan virus, bakteri, parasit, makanan, kurang gizi/alergi terhadap susu. Kematian akibat diare yang jumlahnya jutaan, mayoritas denagan sebab yang spele yaitu kekurangan cairan yang dikeluarkan saat buang air besar dan atau muntah.
Jumlah kasus diare yang terjadi di jawa tengah setiap tahun mengalami kenaikan jumlah penderitanya. Pada umumnya penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan masih menjadi masalah terbesar di Indonesia. Kondisi saluran pembuanagan air limbah (SPAL) sangat mempengaruhi kejadian diare. Kondisi SPAL yang kurang baik dan menimbulkan vector lalat. Jika hal ini terjadi maka akan menimbulkan penyakit diare. Selain SPAL, umur dan gizi, jenis kelamin mempengaruhi kejadian diare.

  1. RUMUSAN MASALAH
Bertitik tolak ukur dari uutan latar belakang diatas, maka dapat di rumuskan permasalahan penelitian ini yaitu: “Apakah kondisi SPAL, praktik kebersihan, umur, status gizi, dan jenis kelamin balita dan bayi berhubungan dengan kejadian diare pada bayi dan balita di puskemas Genuk Sari Semarang?”
  1. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
    1. Tujuan umum
Mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi dan balita di puskesmas Genuk Sari Semarang.
    1. Tujuan khusus
      1. untuk mendiskripsikan kondisi saluran pembuangan air limbah, praktik kebersihan ibu bayi dan balita, umur bayi dan balita, status gizi bayi dan balita, pada kejaian diare pada bayi dan balita di puskesmas Genuk Sari Semarang.
      2. Untuk menganalisa hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) responden dengan kejadian diare pada bayi dan balita di puskesmas Genuk Sari Semarang.
      3. Untuk menganalisa hubungan antara praktik kesehatan ibu bayi dan balita denagn kejadian diare bayi dan balita di puskesmas Genuk Sari Semarang.
      4. Untuk menganalisa hubungan natara umur bayi dan balita dngankejadian bayi dan balita dengan kejadian diare di puskesmas Genuk Sari Semarang.
      5. Untuk menganalisa hubungan status gizi bayi dan balita dengan kejadian diare pada bayi dan balita di puskesmas Genuk Sari Semarang.

  1. MANFAAT
Penelitian ini berguna untuk memberikan analisa baru untuk para peneliti dalam penanganan pemberantasan penyakit dare di masyrakat.

  1. KEASLIAAN
  • Penulis : Aryanti ‘05
Membahas tentang : Meneliti tentang fakto-faktor yang berhubnungan dengan prilaku ibu dalam penanganan diare pada balita.
  • Penulis : Sumarto ‘05
Membahas tenntang : Untuk mengetahui tentang factor-faktor pemanfaatan jamban terhadap kejadiana diare.

  1. RUANG LINGKUP
  • Keilmuan : Penelitian ini melingkupi bidang penjurusan epidemologi.
  • Materi : Dalam penelitian ini membahas tentang diare, dari pengertian diare, sebab dari diare, yang membantu penularan penyakit diare, akibat dari diare, cirri-ciri penyakit diare, cara dan pemberantasan diare.
  • Sasaran : Penelitian ini memiliki sasaran bayi dan balita.
  • Lokasi : Penelitian ini mengambil data di Puskesmas Genuk Sari Semarang.
  • Metode : Metode yang di pakai untuk penel;itian ini menggunakn case control.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

  1. TELAAH PUSTAKA
1. Penyakit diare
  • Pengertian diare
Diare adalah perubahan frekuensi dan konsistensi tinja, WHIO pada tahun 1984 mendefinisikan diare sebagai berak cair tiga kali atau lebih dalam sehari semalam ( 24 jam ). Para ibu mungkin mempunyai istilah tersendiri seperti lembek, cair, berdarah, berlendir, atau dengan muntah (‘muntaber’). Penting untuk menanyakan kepada orangtua mengenai frekuensi dan konsistensi tinja anak yang dianggap sudah tidak normal lagi (penyakit tropik hal. 146)
  • Penyebab diare
  1. faktor infeksi
  1. Amebiasis
Di sebabkan oleh parasit yang di tularkan melalui makanan dan minumnan.
  1. Campylobacter
Di tularkan melalui makan yang tekena bakteri kemudian tertelan.
  1. Cryptosproidiium
Di sebabkan makanan yang di makan dalam kondisi yang tidak matang.
    1. Faktor makanan
Makanan yang masuk kedalam mulut dengan keadaan yang kurang baik akan menyebabkan diare.
    1. Faktor psikologi
keadaan kejiwaan yang tertekan dapat menyebakan peneyakit diare yang akut.
  • Jenis diare
    1. Diare akut
Diare yang terjadi sewaktu-waktu dengan gejala yang berat dan dalama waktu yang relative cepat dengan rentang waktu kurnag dari 2 minggu.
    1. Diare kronis
 Biasanya terjdi lebih dari 2 minggu, kejadian untuk diare ini relative lama dan lebih kompleks.
  • Cara penularan
Penyakit diare sebagian besar (75%) di sebabkan oleh kuman seperti virus dan bakteri. Penularan penyakit diare melalui orofekal terjadi denagan mekanisme berikut ini.
  1. Melalui air yang merupakan media penularan utama. Diare dapt terjadi bila seorang menggunaka air minum yang sudah tercemar, baik tercemar dari sumber, tercemar selama perjalanan sampai kerumah-rumah, atau tercemar pada disimpan di rumah. Pencemaran di ruamah terjadi bila tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan yang tercemar menyentuh air pada saat mengmabil air dari tempat penyimpanan.
  2. Melaui tinja terinfeksi. Tinja yang sudah terinfeksi mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Bila tinja tersebut di hinggapi oleh binatang dan kemudian binatang itu hinggap di makanan, maka makanan itu dapat menularkan diare kepada orang yang memakan makanan tersebut.( penyakit tropik hal. 148-149)
  • Akibat diare
    • Dehidrasi
Akibat dari diare yang sering di anggap orang sebuah kejadian yang biasa ialah dehidrasi. Tetapi kejadian ini yang sangat berbahaya, tidak perlu sampai mengeluarkan jumlah cairan yang banyak yang dapat mengganggu jiwa, tetapi cukup dengan kekurangan 20% saja jiwa seseorang dapat terancam.
    • Gangguan pertumbuhan
Banyak zat gizi yang keluar saat dijidrasi terjadi, dapt dikeluarkan dari saat buang air besar atau melalui muntah. Karena banyaknya jumlah zat gizi yang di keluarkan dapat mengganggu pertumbuhan penderita.
    1. Hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare
Kondisi SPAL keluarga yang berfungsi mengelola air limbah rumah tangga, yang baik ialah yang permanen dan tertutup. Apabila kondisi SPAL yang kurang baik akan dapat menularkan diare dengan mudah kepada penghuni rumah.
    1. Hubungan praktik kebersihan dengan kejadian diare
Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dengan menentukan praktik,bahkan kadang-kadang kekuatannya lebih besar dari pada karakteristik individu. Praktik manusia tidaklah sesederhana di pahami dan di prediksi. Begitu banyak factor-faktor interen dan eksteren dari dimensi masa lalu sekarang dan masa depan.
    1. Hubungan antara umur bayi dan balita dengan kejadian diare
Samapai saat ini diare sering dialami oleh anak di bawah 5 tahun, jika daya tahan tubuh bayi dan balita sangat lemah maka peyakit akan mudah menyerang khususnya diare.
    1. Hubungan natara status gizi dengan kejadian diare
Staus gizi sangat mempengaruhi kejadian diare karena apabila status gizi bayi dan balita baik baik otomatis daya tahan tubuh bayi dan balita akan kuat terhadap penyakit.
    1. Hubungan antara jenis kelamin bayi dan balita dengan kejadian diare
Anak laki-laki kurang memperhatikan kebersihan diri dan linkungannya dari pada anak perempuan. Hal ini yang mengakibatkan anak laki-laki sering terkena penyakit diare di bandingkan anak perempuan.
    1. Praktik kesehatan
Fakto-faktor yang mempengaruhi pola pikir seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit baik factor pnyembuhan, penyuluhan, dan factor kebijakan.
    1. Pembuangan sampah
      1. Pembuangan sampah
Sampah seharusnya di pil;ah-pilah mana sampah kering mana sampah basah dan sebaiknya sampah jangan di biarkan terbuka selama 24 jam karena akan di hinggapi lalat dan di datangi tikus.
    1. Pembuangan air limbah
Pembuangan air dari kamar mandi dan tempat cuci di alirkan keparit dan usahakan tetap mengalir serta dapt menyerap dalm tanah.
    1. Pembuangan tinja
Usahakan setiap rumah memiliki jamban sendiri, selalu bersih, tak berbau dan tertutip sehingga tidak di hinggapi lalat.
    1. penyediaan air bersih
      1. penyediaan air bersih
        • Apabila mempunyai sumur sendirijanagan sampai tercemar oleh air WC atau limbah lainnya.
        • Jarak WC dengan sumur sebaiknya 10 meter sehingga tidak mencemari sumur.
      2. Air bersih perumahan adalah air yang meliputi untuk kebutuhan hidup rumah tangga, memasak, minum, air untuk mandi, dan air untuk membersihkan rumah.






BAB III
METODE PENELITIAN
A. KERANGKA KONSEP
  1. HIPOTESIS
  1. Ada hubungan antara konsep SPAL responden dengan kejadian diare pada bayi dan balita.
  2. Ada hubungan praktik kebersihan responden dengan kejadian diare pada bayi dan balita.
  3. Ada hubungan antara umur dengan kejadian diare pada bayi dan balita.
  4. Ada hubungan antara jenis kelamin responden dengan kejadian diare pada bayi dan balita.
  5. Ada hubungan antara gizi responden dengan kejadian diare dengan bayi dan balita.

  1. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang di pakai ialah case control di gunakan sebagai perbandingan antara kasus dan kontrol kemudian dicari faktor penyebabnya.

  1. VARIABEL PENELITIAN
1. Variabel bebas
  • Kondisi SPAL
  • Praktik kesehatan
  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Status gizi

2. Variabel terikat
Kejadian diare pada bayi dan balita.

  1. DEFINISI OPRASIONAL
1. Kejadian diare pada bayi dan balita adalah penderita yang berobat di puskesmas Genuk Sari Semarang dan di diagnogsa diare
Skala: Nominal
Kriteria
  • Sakit: Apabila hasil diagnosa dokter dan para medis menyatakahn sakit, dilihat dari catattan rekam medis puskesmas.
  • Tidak sakit: Bayi dan balita sehat atau tidak sakit diare yang tinggal satu wilayah dengan penderita diare.

2. Kondiisi SPAL adalah keadaan SPAL keluarga yang berfungsi mengelola air limbah.
Skala: Nominal
Kriteria
  • Baik: NIlai kriteria ≥50% skor total pada pedoman observasi.
  • Tidak baik: kriteria <50%>
Syarat-syarat SPAL sehat
  1. Saluran dibuat permanen ( SPAL di buat dari batu bata dan di beri semen)
  2. Air mengalir lancer
  3. Ada resapan ( tempat bermuara air)
  4. Jarak resapan dari sumber air minimal 10 meter.
  5. Tidak ada vector lalat.
  6. Celah untuk memriksa SPAL ada penutupnya.

3. Praktik kesehatan adalah tindakan langsung yang di ketahui penderita yang berkaitan dengan praktik kebersihan berdasarkan pertanyaan yang di ajukan.
Skala: Nominal
Kriteria
  • Baik: Nilai praktik ≥50% dari pedoman wawancara.
  • Tidak baik: Nilai praktik <50%>

4. Umur hitung adalah dari tanggal bulan kelahiran sampai bulan dilakukan penelitian dan menggunakan satuan bulan.
Kriteria
  • Bayi: 0 bulan - 12 bulan
  • Balita : > 12 bulan – 60 bulan

5. jenis kelamin adalah perbedaan tubuh manusia untuk membedakan laki-laki dan perempuan
Skala: Nominal
  • Laki-laki
  • Perempuan

6. Status gizi adalah kondisi tubuh balita dari Kartu Menuju Sehat (KMS) dalam kurun waktu 3 bulan
Skala: Nominal
  • Anak sehat: Jika berat badan balita mengalami pertambahan atau tetap setiap bulannya dan berada di garis merah dalam kurun waktu 3 bulan.
  • Anak tidak sehat: Jika berat badan balita tidak mengalami pertambahan stiap bulannya atau menurun dalam 3 bulan.

  1. POPULASI DAN SAMPEL
Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diare yang telah di diagnosa di puskesmas Genuk Sari Semarang.
Sampel penderita adalah dalam penelitian ini di sebut subjek penelitian, subjek penelitian di bagi 2:
  1. kasus
Penderita diare yang di diagnosa oleh dokter atau petugas kesehatan dan berobat di puskesmas Genuk Sari Semarang mulai bulan September sampai Oktober
  1. Kontrol
Balita yang sehat atau tidak sakit diare dalam kurun waktu 3 bulan di satu wilayah denagn penderita.
Terkait pemilihan responden menggunakan teknik kontak person dengan cara meminta bantuan kepada petugas untuk mencatat semua penderita diare ke dalam catatan rekam medis agar mudah dalam penagambilan data.

  1. INSTRUMEN PENELITIAN
Instrument adalah sarana atau alat yang di gunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi sebagai pedoman wawancara.
Uji validitas dan reliabilitas setelah mendapatkan data.
  1. Uji validitas
Untuk mengetahui validitas koesioner dengan membandingkan r table dengan r hitung.
2. Uji reliabilitas
Setelah semua pertanyaan sudah valid, analisa dengan uji reliabilitas dengan membandingkan r Alpha 0,9632 > 0.6 maka dapat di sampaikan reliabilitas untuk di lakukan penelitian

  1. PENGUMPULAN DATA
1. Data primer
  • Kondisi SPAL di lihat dari lembar observasi
  • Wawncara denagan responden menggunakan koesioner uyntuk melihat praktik kesehatan

  1. Data skunder
Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan data dari puskesmas Genuk Sari Semarang.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan puskesmas Genuk Sari Semarang terdapat jumlah penderita diare yang cukup tinggi.
Data dari puskesmas Genuk Sari Semarang di lihat dari catatan rekam medis yang menyebutkan bahwa balita menderita diare.

  1. PENGOALHAN DATA
  • Editing
Di lakukan melakukan kelengkapan dan kejelasan, konsistensi, kesinambungan dan keragaman data.
  • Koding
Mengklasivikasi jawaban responden dan pemberian kode untuk memudahkan dalm pengolahan data selanjutnya.
  • Entri data
Analisa data yang di buat secara deskriptif dan analitik kuantitatif.
  • Tabulasi
Mengelompokan data sesuai tujuan penelitian, kemudian di masukan di masukan dalam table yang sudah di siapkan .
  • Penyajian data
Berupa table distribusi, frekuensi, grafik dan table silang.

  1. ANALISA DATA
  1. Analisa univariat
Untuk mendiskripsakan kondisi variabel penelitian.
  1. Analisa bivariat
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara variabel bebas dengan variabel terkait.







LAMPIRAN

KOESIONER PENELITIAN
Fakto-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Bayi dan Balita

1.      Identias Reaponden
1. No responden :
2. Subjek ` : (Kasus/Kontrol) coret yang tidak perlu
3. tanggal :
4. Nama ibu ;
5. Umur balita :a. Bayi 0 bulan-12 bulan
b. Balita <>
6. Jenis kelamin : (Laki-laki/Perempuan) coret yang tidak perlu
7. Status gizi : Berdasarkan Kesehatan Ibu Anak
a. Anak sehat
b. Anak tidak sehat
berat badan : kg
Umur : bulan
8. Alamat : Rt: Rw:
Desa

1.      Praktik
1.      Apakah ibu sering membersihkan rumah dan linkungan?
1.      ya, setiap hari
2.      jarang di bersihkan
2.      Apakah ibu selalu membersihkan Saluran Pembuangan Air limbah minimal 1 minggu sekali?
1.      ya
2.      tidak
3.      Sebelum menyuapi bayi apakah ibu selalu mencuci tangan?
1.      ya
2.      tidak
4.      Apakah ibu selalu mencuci peralatan minum/botol susu balita?
1.      ya
2.      tidak
5.      Apakah balita ibu selalu membuang air besar di jamban?
1.      ya
2.      tidak
6.      Apakah ibu selalu membersihkan kuku balita minimal 1 minggu sekali/
1.      ya
2.      tidak
3.      SPAL
1.      Kondisi SPAL
o    Permanent
(di buat dari batu bata yang di semen / pipa tertutup)
·         Tidak permanent
(masih tanah)

2.      Bagaimana aliran Saluran Pembuangan Air Limbah tersebut
·         Air mengalir lancer
·         Air mengalir tidak lancer

3.      Apakah ada tempat bermuara air (resapan)
·         Ada
·         Tidak ada

4.      Bila ada resapan jarak resapan dari sumber air (sumur gali)
·         10 meter
·         < 10 meter

5.      keberadaan vektor lalat
·         Ada
·         Tidak ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar